Dua Jiwa

Sebuah Langkah Untuk Mengobati

Beribu kali seorang kawan berkata ‘tuk segera membuat tulisan dalam sebuah bentuk blog, antara merasa tak membutuhkan, sok tak punya waktu, dan yang paling utama adalah merasa terlalu malas untuk mau menulis, maka blog  itupun tak pernah jadi.

dan 14-18 Desember 2016 muncul lah Dua Jiwa…

Dua jiwa… Apa itu, langkah yang mengobati? Ya dua jiwa mengobati rasa tak butuh blog, rasa sok sibuk dan yang pasti dua jiwa menggerakkan hati tuk segera menulis. Dua jiwa, dua orang beda generasi, beda latar belakang, beda ras, dan beda cara pandang berusaha untuk lepas dari sebuah ke terkung-kung an akan paradigma fotografi pernikahan. Banyak dari kawan yang merasa untuk bisa hidup dan menikmati dari fotografi pernikahan saat ini sangatlah sulit, mungkin untuk hidup bisa bahkan banyak yang telah dianggap berhasil. Tapi apakah mereka benar-benar berhasil?

Ini bukan hanya sekedar curhat an seorang fotografer yang tak bisa hidup dari dunia wedding fotografi. Saya hanya mencoba untuk ber evaluasi, terjun dalam wedding fotografi ini tak sebentar, banyak melihat dan merasa bahwa 2-3 tahun terakhir ini wedding fotografi telah kehilangan sentuhan dari masing-masing fotografernya, semua orang yang memberi cap pada dirinya sebagai wedding fotografer dan berlomba-lomba untuk menjadi yang paling sama dari karya foto yang sedang booming, mencoba untuk men declare  bahwa dirinya sanggup untuk “meniru” fotografer tersebut agar bisa “diterima” sebagai seorang wedding fotografer.

yur_2471

Oke sekarang kita kembali ke Dua Jiwa, mungkin 2 atau 3 tahun lalu pikiran untuk bikin sesuatu yang sedikit lain dari yang sudah ada mulai muncul… Bertemu beberapa orang ngobrol ngalor ngidul tak ada yg punya mimpi sama, semua hanya berfikir gimana bisa punya lebih banyak klien dari brand vendor wedding photography yang lainnya.

Apa hanya itu yang kalian cari dengan menjadi seorang wedding photographer?

Seorang kawan bahkan akan memutuskan untuk segera menggantungkan kameranya, le[as dari wedding fotografi… dia muak katanya…

Dua Jiwa sebuah langkah kecil dari saya dan sahabat, sebagai pengingat akan jati diri kita sebagai seorang fotografer, tak ingin kita merubah apa yang telah menjadi alasan kita memotret, terutama dalam wedding fotografi.

Sekedar pengingat akan apa yang kita lakukan sebagai seorang wedding photographer adalah menjadi orang yang tak terlihat, tapi menghasilkan sebuah oleh oleh yang selalu akan dibawa selamanya oleh sang pengantin. “We are not your mother photographer” iya kita bukan! Kita bekerja untuk kalian bukan untuk yang lain.

Pilih kita sebagai wedding photographer sebagai awalan dalam rencana kalian untuk menikah, ditemani karya video maka karya kami akan menjadi sesuatu yang akan kalian liahat di kemudian hari sebagai pengingat.

 

 

Mungkin akan berlanjut dalam blog berikutnya, tentang hidup kami, saya, mereka sebagai seoran fotografer pernikahan.

 

Sedikit fotofoto dalam pameran Dua Jiwa “Sebuah Langkah Untuk Mengobati”

Silahkan:

yur_2481yur_2486yur_2505yur_2521

 

 

Image

Our guideline to our future clients

dear our beloved future clients, in this pdf you’ll get to know us and we’ll try to explain what is wedding photography for us… and after reading this pdf we’re hoping that you’ll tell us what is wedding photography for you.

so enjoi…

py guide